Selasa, 20 November 2012

Rahasia Pembalap Spanyol di MotoGP

Separuh dari seluruh pembalap di MotoGP merupakan pembalap Spanyol. Tradisi gelar juara yang dulu dipegang pembalap Inggris, Italia, dan Amerika mulai direbut para matador. Inilah beberapa faktor yang membuat Lorenzo dan Pedrosa begitu berjaya di kelas para raja.

1. Markas Red Bull Racing Academy
 http://images.motorcycle-usa.com/PhotoGallerys/nelson-major-rookies-cup.jpg
Red Bull Racing Academy (RBRA) merupakan kelas penjenjangan yang paling memungkinkan untuk bisa jadi seorang pembalap dunia. Jumlah dan jadwal serinya sendiri mengikuti kalender MotoGP ditambah beberapa sirkuit di Eropa khususnya Spanyol. Cara untuk masuk akademy ini sangat sulit. Peserta tidak boleh berumur 17 tahun dan wajib memantau website resminya karena sewaktu-waktu pendaftaran dibuka. postur badan juga harus ideal, maksimal 172 cm dan 62 kg.

Segala biaya dan akomodasi juga wajib ditanggung peserta sendiri selama seleksi berlangsung, pihak Red Bull hanya menyediakan makan. Sulit dan terbayang mahal memang. Namun hasil gemblengan disana bisa dilihat pada diri Pedrosa yang 1 kali juara dunia 125 cc, 2 kali juara dunia kelas 250 cc, dan 2 kali Runner Up kelas MotoGP 1000 cc. Untuk tahun 2013 ini pendaftaran sudah dibuka dan seleksi akan diadakan di Sirkuit Estoril, Portugal.

2. Jumlah Sirkuit
 
Spanyol memiliki 17 Sirkuit permanen dan 3 Sirkuit jalan raya, ditambah 4 Sirkuit terdahulu yang sudah tidak dapat digunakan. Di Spanyol sendiri terdiri dari 50 Provinsi. Itu artinya, setiap 2-3 Provinsi memiliki sebuah sirkuit. Jika dibandingkan dengan Indonesia memang sangat jauh, yang hanya memiliki sebuah sirkuit bertaraf Internasional. Itupun dengan kondisi yang mengenaskan. Jadwal sirkuit yang digembar-gemborkan bakal mampir tahun 2013 sirna sudah karena ketidaksiapan sirkuit.

3. Faktor Keberanian Pembalap
 
Rider asal Spanyol memang memiliki keberanian yang luar biasa. Jika kita masih ingat aksi Lorenzo di awal karirnya bersama Yamaha, sering sekali Dia jatuh baik saat race maupun latihan. Mereka tidak takut jatuh untuk mengukur batas maksimum kemampuan dirinya. Dan saat ini, kita bisa melihat aksi gila Marc Marquez. Aksi beraninya meng-over take lawannya selalu bikin deg-degan. Yang terakhir ketika di seri penutup 2012 di Valencia justru membuatnya harus di penalty dengan start dari posisi paling belakang. Namun hal ini dijawab Marc dengan finish di posisi pertama. 

Doni Tata pernah dikritik keras manajernya Edmond Cho ketika bermain di kelas 250 cc maupun WSS Supersport 600 cc. Dikatannnya, Doni terlalu main aman. Finish memang segalanya. Tapi mengukur kemampuan hingga batas limit jauh lebih penting jika masih dalam tahap penjenjangan.

4. Perusahaan Yang Mendukung
Sebuah tim pastilah memerlukan dana yang besar untuk melakukan riset hingga berhasim menjadi tim yang juara. Repsol , Mapfre, Carrera dan Telefonika merupakan perusahaan yang rela mengucurkan dana demi keberhasilannya tim nya. Yang paling bersinar tentulah Repsol Honda. Sejak terjun di MotoGP 1995 dengan pembalapnya Mick Doohan, tim ini langsung menjadi tim papan atas. Prestasi Doohan pun dilanjutkan oleh Vallentino Rossi, Nicky Hayden, dan Casey Stoner. Bahkan ketika terpuruk minim prestasi sepeninggal Rossi ke Yamaha, Repsol tetap setia menggelontorkan uangnya untuk Honda. 

Berbeda dengan keadaan di Indonesia. Doni Tata yang di tahun pertamanya berlaga di kelas 250 cc langsung dituntut untuk berprestasi oleh tim dan sponsor. Alhasil tekanan berlebih pun dialami Doni hingga menjalani race dengan tekanan. Dan hasil buruk yang didapat, membuat Sponsor enggan mendanai Doni untuk melanjutkan karirnya di MotoGP.

5. Pemerintah Yang Menghargai dan Mendukung
Flag of Spain.svg 
Di Spanyol, setiap Atlet yang berprestasi di olahraga manapun didukung penuh. Dan puncaknya adalah tahun 2010 ketika Spanyol menjadi juara dunia di setiap olahraga terpopuler di dunia. Dari Tenis ada Rafael Nadal menjadi peringkat 1, Fernando Alonso Runner Up F1, Lorenzo juara dunia 2010, dan puuncaknya Tim Sepakbola Spanyol menjadi juara pertama di World Cup 2010 Afrika Selatan. Di Indonesia, nyaris tidak ada Rider yang dihargai pemerintahnya. Paling hanya memberikan uang bonus jika juara. Apalagi mendukung olahraga motorsport. Sepertinya sirkuit berkualitas dunia hanya mimpi disini.

Sumber:
-http://wikipedia.org
-http://www.motorcycle-usa.com

1 komentar:

Anonim mengatakan...

cuma sepak bola dan bulu tangkis yang sekarang prestasinya kagak jelas tetep ngotot didukung

Posting Komentar

terima kasih sudah meninggalkan jejak...

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Menu Blog

Sponsored

Copyright © 2012. bromo-news7 - All Rights Reserved Region Bromo by Bromo-News7